Recent

Ini dia rahasia sukses Kopi Starbucks, mau tau??


Apa rahasia sukses Kopi Starbucks padahal kopinya tidak terlalu enak?

Siang ini saya mampir ke Starbucks dan ingin memesan Iced Caramel Chocolate Fudge yang dipromosikan di LINE. Biasanya saya minum kopi yang tidak terlalu manis seperti itu (americano/cappucinno/cafe latte tanpa gula), tapi saat iseng buka LINE dan melihat promosi minuman ini saya jadi pingin.

Ternyata sampai di Starbucks, Mas Barista memberitahu kalau promo sudah berakhir. Saya tanya, tapi masih bisa pesan kan? Maksud saya, nggak dapat harga promo nggak masalah asal masih bisa coba minuman ini.

Bisa dong, karena sebenarnya Iced Caramel Chocolate Fudge ini caramel latte yang ditambah sirup cokelat. Saya tinggal nambah bayar sirup cokelatnya menurut Mas Barista. Oke, saya pesan.

Lalu saya bayar pesanan saya pakai reward dari membership Starbucks, karena sudah ada reward yang bisa ditebus yaitu free minuman ukuran Grande.

Saya heran karena Mas Barista ternyata tidak menghitung sirup cokelat yang harusnya saya bayar, katanya dikasih saja karena repot memasukkannya (akibat saya bayarnya nggak tunai). Ya sudah saya berterima kasih haha.

Sebelum minuman dibuat, saya tanya: “Gulanya berapa pump biasanya, Mas?”

Mas Barista: “Biasanya 4 pump”

Saya: “Saya 2 pump saja bisa ya, Mas?”

Mas Barista: “Oh, bisa” (sambil senyum lebar)

Kopi dibuat, saya dipanggil untuk ambil minuman, hasilnya memuaskan, dan saya nggak bayar satu sen pun untuk minuman custom ukuran Grande itu.

Apa yang membuat Starbucks sukses menurut saya adalah experience menyenangkan yang dialami oleh konsumen. Selama saya beli kopi di Starbucks, di konter yang berbeda pun, Mas/Mbak Barista selalu ramah meladeni keinginan saya…sedetail apapun itu.

Mereka selalu senyum lebar saat menjelaskan menu.

Mereka selalu senyum lebar saat menjelaskan promo (baik yang masih berlaku atau sudah tidak berlaku).

Mereka selalu senyum lebar saat saya cerewet minta takaran gula dikurangi.

Sedangkan saat saya ke cafe lain (yang harganya pun tidak murah), saya pernah bertanya “Ini susunya pakai susu murni atau susu kental manis ya?” dan pramusaji yang saya tanya langsung mengernyit mendengar pertanyaan saya.

Oh, berarti dia tidak mengerti…

Dia tidak mengerti kalau susu murni dan susu kental manis itu beda buat saya. Susu murni itu susu asli dan bergizi, susu kental manis itu sirup bergula rasa susu. Saya tidak mau minum gula rasa susu, lebih baik tidak usah sama sekali (black coffee).

Coba kalau saya tanya di Starbucks (walau tak perlu sih soalnya saya sudah tahu mereka pakai Greenfields), saya rasa Mas/Mbak Barista tak akan mengernyit dan tetap menjawab dengan senyum lebar.

Mereka paham minuman, mereka paham kopi, dan mereka tersenyum lebar.

dikutip dari tulisan Lydia Kurniawan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ini dia rahasia sukses Kopi Starbucks, mau tau??"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel