Recent

Nadiem Makarim bos gojek jadi menteri, gojek juga akan mengembangkan sayap, apa saja itu?



Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Nadiem Makarim Eks Bos GoJek Tak Sadar Sudah Jadi Menteri Pendidikan, Tanya Ajudan: Bapak Siapa Ya?, https://makassar.tribunnews.com/2019/10/25/nadiem-makarim-eks-bos-gojek-tak-sadar-sudah-jadi-menteri-pendidikan-tanya-ajudan-bapak-siapa-ya.

Baru saja dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim merasa masih canggung.

Branding Gojek dari yang semula aplikasi ojek. Menjadi sebuah Super Apps menjadikannya terus berinovasi dan menjadi aplikasi "problem solving" untuk kehidupan kita. :)
Saya jadi penasaran, bagaimana tim mereka bisa menemukan solusi atas permasalahan yg ada dan diterima oleh tim bisnis.

Apa inovasi yang ingin gojek tawarkan melalui go bank? Atau sama saja seperti bank yang lainnya?
Improving Risk Management & Cost/Benefit Ratio

Kalau bicara inovasi, bisa jadi tidak ada, karena tujuan utamanya bukan itu. Total transaksi gojek selama 2018 adalah Rp 127 triliun! Angka yang luar biasa untuk sebuah perusahaan yang bermula sebagai ojek online.

Kalau dibagi rata, sekitar 10 triliun/bulan atau 333 milyar/hari, WOW! Bayangkan kalau transaksi sebesar ini dikelola satu bank, mereka pasti nangis darah berharap Gojek tetap setia pada bank mereka. Pada level ini, bank manapun pasti rela memberikan transaction fee serendah mungkin, karena 1% saja sudah 1 triliun setahun!

Berikut ini murni hipotesis yang didukung beberapa artikel, jadi, kalau ada kesalahan, silakan dikoreksi ya.

Suatu hari, rapat direksi Gojek

“Hmm…. Meskipun sedikit, transaction fee 1 T setahun tetaplah 1 T, lumayan juga ya.”

”Betul bung, tapi lumayanlah, merekakan bank, jadi lebih detail dan terpercaya.”

”Masuk akal…. kan gak mungkin kita buat bank sendiri ya, hahaha.”

“Hahahaha… ha…. Ha…. Eh, itu IDE CEMERLANG bung!”

“Heh? Serius lo?”

“Ya iyalah, zaman sekarang, bank dengan valuasi di bawah 5 T saja banyak. Kalau dengan modal segitu, kita bisa menghemat 1 T setahun, lumayan kali bung!”

“Iya ya! Apalagi nanti kita bisa mengarahkan pengguna dan mitra Gojek untuk menabung langsung di bank kita. Mereka pasti mau karena gak repot transfer Gopay.”

“Wah, keuntungan jangka panjang kita besar sekali. Belum lagi memepermudah proses bagi UKM yang ingin merintis usaha, karena Gopay sudah punya bank sendiri, analisis risiko bisa kita lakukan sendiri.”

“Baiklah, keputusan rapat, YOK BUAT BANK!”

Jadi, menurut saya ini langkah yang tepat. Di RRC, Alibaba dan Tencent sudah punya bank sendiri. Meskipun modal besar, akan menguntungkan dalam jangka panjang, karena putaran uang semakin mengerucut. Tujuan utamanya bukanlah inovasi, tapi memperkecil risiko dan dana operasional serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Semoga bermanfaat ya.

sumber:

https://www.cnbcindonesia.com/te...
Total Transaksi di Aplikasi GOJEK Capai Rp 127 Triliun Selama 2018

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Nadiem Makarim bos gojek jadi menteri, gojek juga akan mengembangkan sayap, apa saja itu?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel